### 4. Periksa metode koneksi kabel
a. Kami sangat menyarankan penggunaan kabel USB-C bawaan yang disertakan dalam paket. Jika kabel tersebut hilang, Anda dapat menggunakan kabel USB-C bersertifikasi lainnya. Namun, kami tidak dapat menjamin performa kabel pihak ketiga.
b. Jika konektor Type-A terasa longgar karena port USB PC telah sering digunakan, silakan coba port USB lain yang memiliki sambungan lebih rapat.
c. Hubungkan kabel langsung ke port USB pada PC atau laptop. Jangan menggunakan docking station, adapter, atau USB hub.
d. Cobalah menggunakan port USB yang berbeda, terutama port yang berada di bagian belakang PC, untuk mendapatkan kualitas sinyal yang lebih baik.
### 5. Periksa perangkat di sekitar
Kemungkinan terdapat sumber gangguan sinyal di lingkungan sekitar. Silakan matikan atau jauhkan perangkat 2,4 GHz yang berada dekat dengan mouse nirkabel Anda, seperti router, earphone nirkabel, keyboard nirkabel, mikrofon nirkabel, dan perangkat sejenis lainnya.
### 6. Bersihkan lensa sensor
Bersihkan lensa sensor mouse menggunakan kuas atau sikat yang lembut.
### 7. Uji mouse pada permukaan atau mousepad yang berbeda
### 8. Uji mouse dengan pengaturan LOD (Lift-Off Distance) yang berbeda
### 9. Periksa kestabilan sinyal melalui indikator LED pada receiver
Jika indikator LED berkedip warna kuning (amber), pindahkan receiver atau mouse hingga berada dalam jangkauan yang efektif sampai indikator LED berubah menjadi warna putih.